Cara Menghitung Pemakaian Bahan Gorden

Gorden bukan hanya pelengkap ruangan, tetapi juga elemen penting dalam menciptakan kenyamanan, privasi, dan estetika interior. Terlebih lagi bagi Anda yang ingin membuat gorden custom, menghitung pemakaian kain dengan tepat sangat penting agar hasilnya maksimal, tanpa pemborosan kain maupun kekurangan bahan.
Dalam artikel ini, kami akan membahas secara lengkap cara menghitung kebutuhan kain gorden, mulai dari cara mengukur jendela hingga rumus perhitungannya berdasarkan lebar jendela.
Pengenalan Gorden Custom
Gorden custom adalah gorden yang dibuat khusus menyesuaikan dengan ukuran jendela, tinggi plafon, dan konsep interior ruangan. Berbeda dengan gorden jadi yang dijual bebas, gorden custom memiliki keunggulan dalam segi ukuran yang presisi, pilihan bahan, model, serta hasil akhir yang lebih elegan dan profesional.
Keunggulan gorden custom antara lain:
-
Ukuran lebih presisi karena diukur langsung dari lokasi.
-
Pilihan bahan dan warna bisa disesuaikan dengan interior ruangan.
-
Bisa memilih jenis lipit (smoke ring, pencil pleat, box pleat, dll).
-
Tampilan lebih rapi dan eksklusif.
Namun sebelum memesan gorden custom, Anda perlu mengetahui berapa banyak kain yang diperlukan, dan ini bisa dihitung dengan cara sederhana seperti di bawah ini.
Cara Mengukur Jendela untuk Gorden

Sebelum menghitung kebutuhan kain, langkah pertama adalah mengukur jendela dengan benar. Berikut panduan praktisnya:
-
Ukuran Lebar Jendela
Ukur dari sisi kiri ke sisi kanan kusen jendela. Tambahkan ekstra 15–30 cm di sisi kanan dan kiri untuk hasil yang menutupi secara maksimal (khusus untuk gorden model klasik). -
Ukuran Tinggi Gorden
Ukur dari titik atas (biasanya rel gorden atau plafon) hingga ke titik bawah (biasanya 1–2 cm di atas lantai).
Untuk tampilan lebih modern, gorden sering dipasang dari plafon agar ruangan tampak lebih tinggi. -
Tentukan Jenis Rel atau Track
Rel biasa atau rel fleksibel (lengkung) juga mempengaruhi panjang dan gaya jatuhnya kain gorden.
Cara Menghitung Pemakaian Kain Gorden Berdasarkan Lebar Jendela
Berikut rumus sederhana yang bisa digunakan untuk menghitung kebutuhan kain gorden:
Rumus Dasar:
Lebar jendela x 2.5 = total lebar kain gorden
Angka 2.5 adalah faktor kelipatan lipit (standard), bisa disesuaikan tergantung model yang Anda pilih:
-
Lipit minimalis: x 2
-
Lipit sedang (standar): x 2.5
-
Lipit tebal / mewah: x 3
Contoh Perhitungan:
Misalnya ukuran jendela Anda:
-
Lebar jendela = 150 cm
-
Tinggi gorden = 250 cm
-
Menggunakan lipit standar (2.5x)
Maka total lebar kain = 150 cm x 2.5 = 375 cm
Jika lebar kain bahan adalah 140 cm (standar kain blackout), maka:
-
Kebutuhan jumlah lembar kain = 375 cm ÷ 140 cm = ± 2.7 lembar ? dibulatkan menjadi 3 lembar
-
Tinggi kain tetap = 250 cm + 15 cm (jahitan atas & bawah) = 265 cm per lembar
Total Kain yang Dibutuhkan:
= 3 lembar x 265 cm
= 795 cm kain atau 7.95 meter kain
Catatan:
-
Tambahkan margin 10–15 cm untuk kelonggaran jahitan atas dan bawah.
-
Untuk model double curtain (vitrase dan blackout), lakukan perhitungan terpisah untuk masing-masing kain.
Tips Tambahan:
-
Gunakan bahan blackout untuk kamar tidur atau ruangan yang butuh kontrol cahaya penuh.
-
Untuk ruang tamu minimalis, cukup gunakan gorden semi blackout atau dimout dengan warna netral.
-
Selalu konsultasikan pada jasa gorden profesional untuk hasil lebih akurat.
Butuh Bantuan Menghitung & Memasang Gorden?
Jika Anda merasa bingung atau ingin lebih praktis, Anda bisa langsung menghubungi Purnama Decor, penyedia jasa pasang gorden custom terpercaya di Jabodetabek. Kami akan bantu proses pengukuran, pemilihan bahan, hingga pemasangan dengan hasil rapi dan elegan.
Hubungi kami di: 082298831675
Gratis konsultasi & survei lokasi!

